Ketenangan Hati Bersama Islam

Thursday, July 22, 2010

Hikmah Di Sebalik Kematian Itu!



Kehidupan berlangsung tanpa disedari daripada detik ke detik. Apakah kamu tidak menyedari bahawa hari-hari yang kamu lalui semakin mendekatkan kamu kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Sepertimana firman Allah Taala yang bermaksud;


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (Al-'Ankabuut:57)


Setiap orang yang hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa pengecualian, mereka semua akan mati, setiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja. Cuba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya. Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian akan mati; Allah menjelaskan dalam Al-Quran tentang perilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut;


Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya,
maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu,
kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah),
yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata,
lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al-Jumu'ah:8)


Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan moden ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat menjauhi kematian, mereka hanya berfikir tentang di manakah mereka akan belajar, di perusahaan manakah mereka akan bekerja, baju apakah yang akan mereka gunakan esok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita fikirkan.

Kehidupan diertikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahawa kematian hanyalah akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, bahkan seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini.


Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahawa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Setiap hari, semua orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi mereka masih tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Tidakkah dia berfikir bahawa kematian itu sedang menunggunya! Ketika kematian dialami oleh seseorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang kamu dapat lakukan saat ini;


Kamu dapat mengerdipkan mata kamu, menggerakkan badan kamu, berbicara, tertawa. Semua ini merupakan fungsi tubuh kita.


Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh kita setelah kita mati nanti?

Bermula daripada saat kamu menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya, kamu tidak ada apa-apa lagi selain “sekujur tubuh”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, kamu akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kapan, jenazah kamu kemudiannya akan dibawa ke kuburan dalam sebuah keranda. Setelah itu, jenazah kamu akan dimasukkan ke dalam liang lahad, maka tanah akan menutupi kamu. Ini adalah kesudahan hidup seorang manusia. Mulai saat tersebut, kamu hanyalah seseorang yang namanya hanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Pada bulan-bulan atau tahun-tahun pertama kematianmu, kuburan kamu akan sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak ada seorang pun yang datang mengunjungi pusara kamu. Sementara itu, keluarga terdekat kamu akan mengalami kehidupan yang berbeza setelah kematian kamu. Di rumah, ruang dan tempat tidur kamu akan kosong. Bahkan setelah pengebumian jenazahmu, sebahagian barang-barang milik kamu akan disimpan di rumah; baju, kasut, dan lain-lain yang dulu menjadi milik kamu akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Barang-barang anda di pejabat akan dibuang.


Pada awal tahun pertama kematianmu, beberapa orang masih berkabung akan pemergian kamu kepada Allah Yang Maha Esa. Namun, masa yang bergerak pantas akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima tahun kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang kamu. Bahkan tidak lama kemudiannya, generasi baru akan muncul dan tidak ada seorang pun dari generasi kamu yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah kamu masih diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya lagi.

Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang dikebumikan akan mengalami proses pembusukkan yang cepat. Setelah seseorang manusia itu dimakamkan, maka bakteria-bakteria dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi kerana ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung kerana tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selama proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bahagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tidak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.


Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosial atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi. Alangkah singkatnya, “sekujur tubuh” yang tadinya dapat dikenali; mengalami pengakhiran yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi sebahagian dari tanah.


Ya, tetapi apakah hikmah semua hal ini terjadi?


Seandainya Allah ingin, tubuh itu tidak akan membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini terjadi kerana padanya suatu hikmah yang tersembunyi yang sangat penting. Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyedarkan dirinya bahawa ia bukanlah hanya tubuh semata-mata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyedari bahawa ia memiliki suatu kewujudan di luar tubuhnya.


Selain itu, manusia harus faham akan kematian tubuhnya - yang ia cuba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi. Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan kewujudan sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya kematian tiba-tiba keluarga terdekat sahajalah yang dapat mengingatkannya (akan kematian). Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Anggapan yang menyatakan bahawa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau kerana kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka (yang mati) alami tidak akan menimpa diri mereka!


Semua orang berfikir, belum saatnya mati dan mereka selalu berfikir selalu masih ada hari esok untuk hidup. Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri mesyuarat di pejabat juga berfikiran serupa. Tidak pernah terfikirkan oleh mereka bahawa esok hari akan memberitakan kematian mereka. Kemungkinan, ketika kamu membaca artikel ini, kamu berharap untuk tidak meninggal setelah kamu selesai membacanya atau bahkan meredhai kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasakan bahawa saat ini belum waktunya mati kerana masih banyak hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari sebuah kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya;


Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu,
jika kamu melarikan diri daripada kematian atau pembunuhan,
dan jika (kamu terhindar daripada kematian)
kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (Al-Ahzab:16)


Manusia yang diciptakan seorang diri, haruslah waspada bahawa dia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, dia akan hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kapan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi dari dunia inipun dengan cara yang sama. Modal yang dapat dibawa seseorang setelah kematian hanyalah 3 perkara; amal solehnya, sedekah jariah dan doa daripada anak yang soleh....


Sunday, July 18, 2010

Anis Amirah Ahmad Lutfi (08/01/88 - 18/07/10)


Al-Fatihah..

Pulangnya ke pangkuan Ilahi pada 06 Sya'ban 1431H, jam 11.00 pagi sebagai seorang syuhada'..

Moga dicucuri rahmat dan redha oleh-Nya..

InsyaAllah.. syurga untukmu..

Semoga keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran dalam kehidupan ini..

Amin..


Wednesday, May 12, 2010

Syukur kepadaNYA

Rindu penulis pada blog ini, mana tidaknya, hampir 3 bulan membiarkan blog ini tanpa apa-apa bahan penulisan.Syukurnya pada Allah s.w.t kerana masih memberi penulis kesempatan ini.....

Kaseh ayunis>>> =)


Kenapa ya?

Kerana apabila penulis mengamati kesemua limpahan nikmat sepanjang beberapa bulan ini, penulis alpa dan terleka untuk mewarnai dunia penulisan. Alasan penat, tidak sempat, pening, sakit dan banyak lagi adalah ujian bagi penulis sendiri. Tatkala penulis menulis ini pun diri ini masih dalam keadaan begini..





Kenapa ya?

Kerana demam juga. Gejala HINI dengan pelbagai simptom itu merimaskan diri penulis juga. Begitu pun penulis merasakan bahawa Allah s.w.t sedang menyampaikan sesuatu pada hambanya.Ampunkan dosa-dosa ku Ya Allah s.w.t, aku redha dalam setiap ujianMu...


Dan pada ketika itu juga?

Ku panjatkan syukur kepada Allah kerana masih memberikan kekuatan minda dan tangan juga kaki untuk bergerak ke sana ke mari. Sungguh berhikmah sekali, tatkala kesibukan ini juga Allah s.w.t memberikan segala yang terbaik buat hambanya..

Bersyukurnya pada Allah s.w.t juga?

Masih memberi nikmat kesihatan kepada kedua orang ibu dan bapa juga adik beradik serta sanak saudara yang jarang sekali dapat berkumpul beramai-ramai antara satu sama lainnya..

Dan juga?

Kerana nikmat melihat keindahan alam ciptaannya, terdengar kicauan burung juga angin bayu pagi yang segar setiap hari di kampung halaman. Tidak dapat ku kecapi di hiruk pikuk bandar yang sentiasa menggamit sakit hati. Begitulah suasananya..

Tenang sungguh penulis hari ini,
Amat bersyukur pada Allah s.w.t,
Walaupun penulis tahu ada cabaran lain yang menanti,
Sentiasa bersyukur padaNya bukan??

Syukran Ya Rabbi

P/S : Penulis sambil mendengar surah Al AHQAF ayat 1 hingga 21, insyaAllah sama-sama hayati



Wednesday, February 24, 2010

Kerinduan Pada Rasulullah s.a.w

Sepi dari tinta penulisan maya menyebabkan penulis terasa begitu menginsafi semua perkara dalam kehidupan ini..subhanallah..apabila diri penulis terkenangkan perjalanan jalan dakwah Rasulullah s.a.w diri penulis terasa hiba dan pilu, betapa diri penulis berasa masih kurangnya dakwah yang dilakukan sepanjang hayat ini masih diizinkan Allah s.w.t..ketika diuji sedikit rungutan sudah dipelbagaikan..

Pada peringakat dakwah yang dilalui Rasulullah s.a.w..pelbagai ujian yang baginda tempuhi bersama sahabat-sahabat baginda.. dari peringkat tersembunyi sehinggalah melangkaui peringatan terang-terangan secara permulaan, besar-besaran dan juga angkatan senjata dalam menyebarkan agama Allah s.w.t...Seterusnya kita lah generasi yang sepatutnya orang yang beragama islam mesti menyebarkan dakwah dimana-mana bagi meneruskan perjuangan baginda bukan???...

Dalam kerinduan dan rasa cinta kepada kekasih Allah ini..penulis teringat kisah,

Bilal yang selalu azan semasa hidup Rasulullah tidak mau berazan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rasululah” kerana ada kata-kata Muhammad di situ. Tapi kerana desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara azan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau berazan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis teresak-esak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca azan kerana tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat azan itu, seluruh Madinah bergoncang kerana tangisan kerinduan akan Rasulullah Saw..

Subhanallah, begitu hebat penangan cinta itu pada Rasulullah s.a.w, setelah 5 bulan selepas itu puterinya mengikut jejak langkah ayahnya pula..Para sahabat dalam kesedihan itu sedaya upaya dan bersunguh-sungguh selepas itu dalam meneruskan perjuangan pabila menyedari mereka perlu teruskan perjuangan dengan menepikan tangisan juga kesedihan itu..
Hati mereka sentiasa dekat pada Rasulullah s.a.w...

Ya..memang amat perit dalam hati ini..pengalaman penulis ketika berkesempatan berada dekat dengan makam baginda satu ketika dahulu adalah pengalaman yang amat berharga. Peluang itu penulis tidak sia-siakannya..terasa menusuk kalbu ketika diri masih berada dalam kejahilan juga..dihidupkan dizaman serba moden ini amat lain cabarannya..walaupun begitu tidak bermakna kita tidak boleh meneruskan perjuangannya...

Sama-samalah kita berselawat keatas Rasulullah s.a.w..
Ya Allah, janganlah jauhkan kami daripada KekasihMu..
Dekatkan lah ia dalam sepanjang kehidupan kami Ya Allah...

Ya Allah, tiada tuhan yang layak disembah melainkan engkau..
Engkau adalah cinta Agungku..
Nabi muhammad itu adalah UtusanMu..

Pabila disini..Rasulullah s.a.w adalah manusia..ia akan tetap tinggalkan kita..
ALLAH S.W.T tetap kekal selama-lamanya..


Thursday, January 14, 2010

Rumput & Kasih Sayang


Hendak dijadikan cerita..


Pada suatu pagi di sebuah sekolah menengah, punyai seorang pelajar bernama Fakhrul bertanya pada seorang gurunya yang sedang mengajar. Ketika itu, gurunya sedang menyentuh mengenai kasih dan sayang secara am kepada semua pelajarnya di dalam kelas.


Perbualan di antara Fakhrul dan gurunya berbunyi begini:


Fakhrul: Maaf, cikgu, macam mana kita nak pilih seseorang yang terbaik sebagai orang paling kita sayang?. Macam mana juga kasih sayang itu nak berkekalan?


Cikgu: Oh, awak nak tahu ke?.Emmm...baiklah, sekarang kamu buat apa yang cikgu suruh. Ikut je ye...mungkin kamu akan dapat apa jawapannya.


Fakhrul: Baiklah...apa yang saya harus buat cikgu?


Cikgu: Kamu pergi ke padang sekolah yang berada di luar kelas sekarang juga. Kamu berjalan di atas rumput di situ dan sambil memandang rumput di depan kamu, pilih mana yang PALING cantik tanpa menoleh ke belakang lagi walaupun sekali. Dan kamu petiklah rumput yang PALING cantik yang berada di depan kamu tersebut dan selepas itu bawa balik ke kelas.


Fakhrul: InsyaAllah, cikgu. Saya pergi sekarang dan buat apa yang cikgu suruh. Apabila Fakhrul balik semula ke kelas, tiada pun rumput yang berada di tangannya. Maka cikgu pun bertanya kepadanya.


Cikgu: Mana rumput yang cikgu suruh petik tu Fakhrul?

Fakhrul
: Oh, tadi saya berjalan di atas rumput dan sambil memandang rumput yang berada di situ, saya carilah rumput yang paling cantik. Subhanallah, memang ada banyak yang cantik tapi cikgu kata petik yang paling cantik maka saya pun terus berjalan ke depan sambil mencari yang paling cantik tanpa menoleh ke belakang lagi. Tapi sampai di penghujung padang , saya tak jumpa pun yang paling cantik. Mungkin ada di antara yang di belakang saya sebelum itu tapi dah cikgu cakap tak boleh menoleh ke belakang semula, jadi tiadalah rumput yang saya boleh petik cikgu.

Cikgu: Ya, itulah jawapannya. Maknanya, apabila kita telah berjumpa dengan seseorang yang kita sayang, janganlah kita hendak mencari lagi yang lebih baik daripada itu. Kita patut hargai orang yang berada di depan kita sebaik-baiknya. Janganlah kita menoleh ke belakang lagi kerana yang berlaku tetap dah berlaku. Dan semoga yang berlalu tidak lagi berulang. Jika kita berselisih faham dengan orang yang kita sayang itu, kita boleh perbetulkan keadaan dan cuba teruskan perhubungan tersebut walaupun banyak perkara yang menggugat perhubungan tersebut. Dan ingatlah orang yang kita sayang itulah kita jumpa paling cantik dan paling baik pada MULAnya walaupun nak ikutkan banyak lagi yang cantik dan baik seperti rumput tadi. KECUALILAH jika perhubungan tersebut tak boleh diselamatkan lagi, maka barulah kita mulakan sekali lagi. Maka sayangilah orang yang berada di depan kita dengan tulus dan ikhlas.

Maka, bersyukurlah dengan kasih-sayang yang kita terima pada hari ini, kerana jika kita meninggalkannya, mungkin kasih sayang itu tidak akan kembali seperti sediakala. Sedarlah wahai insan walaupun hanya seinsan biasa mahupun lemah, kasih sayang ALLAH S.W.T. itulah yang paling hakiki, jika kau memalingkan dirimu dari kasih-Nya, maka kamulah serugi-rugi manusia..


InsyaAllah, sentiasakanlah diri untuk tenang dalam memohon doa pada-Nya.. Mudah-mudahan dipermudahkan kemudahan urusan dunia dan akhirat kelak.. Bekunya airmata dari kerasnya hati.. Kerasnya hati dari banyaknya dosa.. Banyaknya dosa dari lupanya mati.. Dan lupanya mati kerana terlalu cintakan dunia..


Ya ALLAH.. letakkanlah dunia di tanganku, janganlah ENGKAU letakkan ia dihatiku.. Carilah dunia dan kejarlah akhirat kerana di situlah punyai KETENANGAN.. InsyaAllah, KETENANGAN yang HAKIKI..

Friday, January 1, 2010

Seinsan Biasa Kerana Engkau Yang Terpilih

Aduhai hati yang tidak tenang dan selalu gundah gulana..

Mengapa perlu difikirkan kehidupan duniawimu. Sedangkan dunia itu sering menipumu. Bukankah kehidupan ini penuh dengan majazi? Tipu daya di sana sini? Maka, hendaklah engkau susun langkahmu penuh hati-hati. Ingatlah, syaitan itu sentiasa tidak mahu mengaku kalah dan tidak pernah putus asa. Setiap saat masanya adalah berharga. Tidak dibiar kosong tanpa menyesatkan adam dan hawa. Lantas, bagaimana engkau masih lagi memikirkan hal duniamu?

Perbanyakkanlah berfikir, renung penuh bererti..

Bagaimana bakal kehidupanmu sewaktu mengadap Tuhan Rabbul ’Izzati..?

Selamatkah dirimu di hari yang tiada pelindung melainkanNya? Akan beratkah amal yang akan engkau bawa?

Justeru, renungkanlah duhai diri yang lemah. Agar kehidupanmu di dunia sentiasa waspada..

Semoga, akan hadir dalam hatimu jiwa yang sensitif dengan dosa. Merasakan dosa itu besar sekalipun pada kesilapan sekecil zarah. Ketahuilah.. itulah antara ciri-ciri mereka yang aqrab dengan tuhanNya. Yang punya Ihsan dalam hatinya. Merasa kehadiran Allah dalam setiap sentuhan masa yang ada.. sekalipun mata tidak melihat, tetapi hati menyakini Allah Maha Mlihat.

Untuk apa perlu dirisaukan, aduhai hati yang rawan.. sebuah kehilangan itu hanya secebis dugaan.. dari Tuhan sekalian alam.. Hilang bukan bererti tamatnya sebuah kehidupan, tetapi dengan kehilangan itulah darjatmu ditinggikan. Hairan? Mengapa perlu dihairankan, Allah itu Maha berkuasa, zat yang sempurna penuh keagungan. Lupakah duhai hati, Allah telah berjanji dalam kalamNya Izzati..

”Adakah kamu mengaku beriman, sedangkan kamu belum diuji?”

Maka, hadapilah ujian dengan sejuta kesabaran dan ketenangan. Percayalah, yakinlah sepenuh hatimu..

"Orang mukmin sama ada lelaki ataupun perempuan akan sentiasa diuji oleh Allah S.W.T., sama ada dirinya, anaknya ataupun hartanya sehinggalah dia menghadap Allah S.W.T. tanpa dia membawa dosa sedikit pun."

Hanya Allah bersama-sama mereka yang sabar dalam ketenangan.

Aduhai hati yang penuh kesedihan.. Mengapa perlu ditangisi sebuah perpisahan? Bukankah semua kita akan pergi.. pulang kepangkuan Tuhan. Dialah yang menjadikan.. Dan padaNya jua segalanya akan dikembalikan. Lupakah engkau, hidup di dunia ini sekadar persinggahan. Yang kekal hanyalah amalan sebagai teman. Itulah teman dalam perjalanan menuju sebuah keabadian..

Maka, janganlah engkau lalaikan hatimu dengan kehidupan yang sementara ini. Janganlah engkau tangisi lagi sebuah perpisahan sementara.. akan tetapi, hadapkanlah wajahmu sentiasa kepada Allah.. Penuhkanlah jiwa dan hatimu dengan dzikrullah memuji kebesaranNya. Juga sibukkanlah hari-harimu dengan amalan makruf nahi mungkar, mengikut sunnah kekasihNya.

Yakinlah, barangsiapa yang dihatinya ada Allah, dan mengutamakan Allah atas segala apa yang dilakukannya, Allah akan seiringkan pekerjaannya dengan pertolonganNya. Bekerja keraslah engkau untuk hari esokmu yang abadi. Berbekallah dengan amalan yang menguntungkanmu di sana nanti. Ingatlah, sebaik-baik bekalan adalah taqwa.

Duhai diri yang lemah.. Kembalikanlah hatimu kepada Rab.. Kerana Dia lah pemilik segala yang engkau miliki.. Segalanya hanya pinjaman untuk menguji. Kentalkanlah semangat juangmu. Jadilah seperti syaidatina Aisyah, puterinya Syaidina Abu Bakar..

Walau fitnah mencalar maruah, Dia tetap Aisyah! Walau rumahtangganya di landa badai anggkara si munafiq durjana, tetap teguh pendiriannya, menggunung tawakalnya. Pada Allah dia berdoa, mengharap furqan agar tenggelam segala nista. Insafilah duhai diri yang lemah, Allah sengaja menguji sekeping hati yang kecil.. sebagai tukaran untuk mendapatkan habuan yang lebih besar kelak.

Sabar menghadapi musibah adalah sebesar-besar erti sabar di mana sabar itu memerlukan kesabaran pula. Adapun bala dan musibah ia akan menunjukkan adanya perhatian dan kasih sayang Allah S.W.T.

Oleh itu, syukurlah ia kerana syukur yang sedemikian adalah setinggi-tinggi erti SYUKUR..

Maka bersyukurlah..

Bersyukurlah..

Bersyukurlah kerana engkau INSAN terpilih..

Friday, November 6, 2009

Bahasa Yang Paling Manis?

Saat menjelang tidur...
Berharap esok masih berkawan pagi...
Melewati mimpi-mimpi dan lalu terjaga lagi...

Selalu begitu...
Seiring waktu dan gerak nafsu...
Enggan tinggalkan pagi dan selalu ingin tetap berkawan pagi...

Bukankah tetap akan mati?
Jasadmu akan membusuk nanti...
Terkubur bumi dan tiada lagi berkawan pagi...

Pagi itu akan berlalu...
Mengiringi tandu(usungan) dan tebaran butir- butir debu...
Dari kaki-kaki para pelayat(pelawat orang mati)...

Maka hidupkanlah...
Satu senyum menjelang tidurmu...
Untuk sambut mimpi-mimpi duniawi...
Tentang pagi dan secuil(secuit) roti untuk sarapan pagi..

Kerana mungkin...
esok hari tiada lagi engkau berkawan pagi...
Mati...

Dan jadikan senyum itu...
Sebagai warisan yang abadi...
Senyumlah...
Dengan senyuman...
Hidup menjadi indah dan tenang...
Juga sebagai sedekah...

Jadi...
Bahasa yang paling manis?
Senyum...
Hati?
Juga tenang mungkin...
InsyaAllah...